Seringkali milenial bingung mengenai keputusan terkait beli rumah atau kos. Pertanyaan ini pun tidak bisa dijawab dengan cepat lantaran banyak pertimbangan di dalamnya.

Baik menyewa atau beli rumah, sejatinya sama-sama mengeluarkan uang dan membutuhkan komitmen dalam jangka waktu tertentu.

Dalam Instagram Live yang diselenggarakan Lifepal.co.id bersama Cari-Kos.com, Financial Educator Lifepal, Aulia Akbar, CFP®, mengatakan ada banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk keputusan beli rumah atau ngekos.

Apa saja? Simak ulasan berikut ini:

Kembali pada kondisi orang yang bersangkutan

“Membeli rumah atau kos harus dilihat kondisi per kondisi dari orangnya. Setiap orang punya kebutuhan yang berbeda dan kondisi ekonomi yang berbeda pula,” kata Akbar.

Lebih lanjut, Akbar mengungkapkan, jangan sampai akhirnya kita beli rumah didasarkan atas dorongan emosional semata.

Tidak sedikit ungkapan yang menyebutkan bahwa milenial sulit punya rumah di masa yang akan datang. Pastikan bahwa seandainya Anda harus membeli rumah, maka rumah tersebut adalah kebutuhan bagi Anda.

Jika harus kos, jangan sampai biayanya terlampau besar

Biaya kos yang terlampau besar adalah ketika seorang menyewa dengan harga di atas 15% dari penghasilan bulanan mereka.

Ketika beban sewa hunian yang harus dibayar terlalu besar, maka seseorang bisa mengalami kesulitan dalam menabung dana darurat, mengalokasikan dana untuk manajemen risiko, membayar utang, dan berinvestasi. Hal itu pun bisa memicu besarnya pengeluaran dibandingkan pemasukan.

Bagi mereka yang memutuskan untuk menyewa, memanfaatkan situs manajemen properti tentu adalah hal yang amat disarankan.

Beli Rumah atau Ngekos, Kenali 4 Hal Ini Dulu

Jika ingin beli untuk investasi, lakukan ini

Pembelian untuk investasi atau pemakaian pribadi tentu tidak sama. Apabila hunian yang dibeli ingin diinvestasikan, maka Anda akan berharap mendapat imbal hasil per bulan dari sewa dan imbal hasil berupa capital gain (kenaikan harga) jika di masa yang akan datang Anda menjual hunian tersebut.

Perlu diingat pula, musuh utama dari investasi properti sewa adalah waktu dan risiko sewa itu sendiri.

“Ketika hunian tidak tersewakan, maka sudah pasti pemiliknya tidak mendapatkan uang. Padahal dia tidak menyadari bahwa ada opportunity loss yang dialami, dan pastinya akan ada beberapa risiko lain yang juga muncul,” imbuh Akbar.

Akbar melanjutkan, setiap orang yang ingin memulai investasi properti harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Bisa saja penyewa menggunakan hunian itu dengan sembarangan hingga menimbulkan kerusakan.

Jika beli rumah untuk dipakai, perhatikan ini

Jika dipakai untuk kepentingan pribadi, hunian Anda akan menjadi aset pribadi. Untuk itu, ketika keluarga yang bersangkutan ingin melakukan upgrade hunian, maka dia juga harus mempertimbangkan harga jual hunian lamanya.

Selain lokasi, hal yang akan memengaruhi nilai jual hunian antara lain adalah pengelolaan. Seberapa baik pihak pengelola hunian yang bersangkutan akan berpengaruh pada nilai jual hunian yang di masa depan.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan ketika beli rumah atau menyewa hunian. Intinya, sebelum kos atau membeli, pastikan dulu apa yang menjadi tujuan Anda ke depan dan seperti apa kondisi keuangan Anda saat ini.

Sumber artikel

Artikel ini ditulis oleh Aulia Akbar, CFP®, Financial Educator Lifepal sebagai bagian dari kolaborasi dengan Lifepal.co.id.